Islam

Masuknya agama Islam ke Desa Sindang Jati

merupakan bagian penting dari sejarah sosial dan keagamaan masyarakat. Berdasarkan keterangan tokoh masyarakat dan cerita turun-temurun, Islam mulai masuk dan dikenal oleh warga sekitar pada tahun 1949 .

Pada masa itu, beberapa tokoh dari luar daerah datang dan menetap di wilayah ini. Mereka tidak hanya membawa ajaran agama Islam, tetapi juga membaur dengan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan sosial, kegiatan gotong royong, serta pendidikan nilai-nilai keislaman, Islam secara perlahan diterima oleh masyarakat lokal.

Awalnya, hanya sebagian kecil warga yang memeluk Islam. Namun karena pendekatan yang ramah dan ajaran Islam yang sesuai dengan nilai-nilai lokal seperti kebersamaan, kesopanan, dan tolong-menolong, ajaran ini semakin berkembang dan diterima secara luas.

Masjid Taqwa

Sebagai langkah nyata dalam mendukung kegiatan keagamaan, masyarakat bersama-sama membangun masjid pertama yang terletak di Simpang 3, wilayah Simpang Jati . Masjid ini menjadi pusat ibadah dan aktivitas sosial warga muslim di masa awal perkembangan Islam di desa.

Masjid tersebut hingga kini masih berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan dan telah menjadi bagian dari program keagamaan daerah, seperti Safari Ramadhan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong. Pembangunan masjid ini kemungkinan besar dilakukan melalui program pemerintah dan gotong royong masyarakat sebelum tahun 2020, dan terus menjadi simbol kekuatan iman dan persatuan warga.

 

Kini, agama Islam menjadi mayoritas di Desa Sindang Jati, dan hidup berdampingan secara harmonis dengan pemeluk agama lainnya. Semangat toleransi, persaudaraan, dan kebersamaan tetap menjadi warisan berharga yang terus dijaga oleh seluruh warga desa.

Lokasi