Buddha

Sejarah Masuknya Agama Buddha di Sindang Jati

Masuknya agama Buddha di Desa Sindang Jati bermula pada tahun 1952, bersamaan dengan datangnya program transmigrasi dari wilayah Jawa Timur dan Yogyakarta. Di antara para transmigran tersebut, terdapat keluarga yang menganut ajaran Buddha, yang kemudian menjadi cikal bakal tumbuhnya kehidupan beragama Buddha di desa ini.

Vihara pertama kala itu berada di dekat rumah Romo Junaidi dan dikenal sebagai Cetia. Seiring waktu dan pertumbuhan umat, vihara kemudian berkembang. Sekitar tahun 1980-an, vihara kedua didirikan dan akhirnya dipindahkan ke lokasi sekarang pada tahun 1998. Vihara ini terus diperluas sesuai kebutuhan, menyesuaikan dengan jumlah umat yang semakin bertambah.


vihara Budhha Diva
Padepokan Buddha Diepa

Kini, umat Buddha di Sindang Jati dan sekitarnya beribadah di Vihara Buddha Diva. Disebut vihara karena telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti ruang ibadah, kuti (tempat tinggal atau kunjungan biku/bikuni), dan perpustakaan kecil untuk mendalami ajaran dan juga terdapat padepokan Buddha lokasinya tidak jauh dari vihara.

Jumlah umat Buddha yang tergabung di vihara ini mencapai kurang lebih 35 kepala keluarga, tidak hanya berasal dari Desa Sindang Jati, tetapi juga dari Air Lang dan Beringin Tiga.

lokasi